BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Rabu, 05 Mei 2010

* SANG PEMIKAT *

Bagaimana caranya sebuah tumbuhan menyebarkan gen miliknya, jika ia terjebak di satu tempat? .Caranya adalah dengan mengelabuhi makhulk hidup lain, termasuk kita agar jatuh cinta kepadanya. Tumbuhan tidak memiliki kemampuan bergerak, penguasaan terhadap alat-alat, ataupun akal sehat dan bahasa. Bagi makhluk sepertti kita, berbagai kemampuan tersebut menjadi alat untuk bertahan hidup yang kita anggap paling maju.
Namun, bagaimana dengan tumbuhan yang tidak memiliki semua kemampuan itu? Kebutuhan untuk menyebarkan gen guna meneruskan keturunannya membuat makhluk hidup yang satu ini menjadi sangat ahli dalam hal-hal seperti biokimia, rancang bangun, desain, warna dan seni memanipulasi makhluk “tingkat tinggi”, termasuk kita.
Tumbuhan yang yang kita kenal lihai dalam trik ini adalah anggrek. Beberapa jenis anggrek, menawarkan hadiah makanan kepada serangga dan burung yang membawa serbuk sari mereka dari satu tumbuhan ke tumbuhan lain secara konvensional. Beberapa jenis anggrek menarik perhatian lebah dengan iming-iming makanan (yang palsu) lewat tampilan yang meniru bunga-bunga penghasil nektar.
Yang unik, ada jenis anggrek yang menipu dengan menjanjikan iming-iming seks. Juga bukan seks yang normal.Strategi ini dilakukan anggrek Ophrys (beberapa dari ahli botani menyebutnya “anggrek pelacur”). Anggrek tersebut menipu tipuan seksualnya dengan menjiplak penampilan, bau, bahkan sentuhan seekor lebah betina.
Adapula penyerbukan dan perkembangbiakan anggrek yang dibantu oleh manusia. Salah satu upaya dalam budi daya anggrek adalah dengan melakukan perkawinan silang. Sampai saat ini, terdapat sekurangnya 10.000 anggrek hibrida yang terdaftar, sebagian besar diantaranya merupakan hasil keturunan dari perkawinan yang mustahil terjadi diantara tumbu-tumbuhan yang hidup berjauhan.
Sejak berkembangnya bunga anggrek hasil perkawinan silang yang dilakukan oleh manusia, kita, manusiapun berperan sebagai mahkluk penyerbuk anggrek yang penting. Tidak hanya anggrek, spesies lainpun dapat tetap terjaga keberadaanya bahkan dapat terus berkembangbiak jika kita juga ikut melestarikannya. Setidaknya , dengan menjaga.

* Bertahan Hidup dengan Menyamar *

Terkadang, untuk bertahan hidup itu perlu berbohong, mencuri atau menghilang. Setujukah anda dengan kalimat itu? . Pasti sebagian besar dari anda bahkan saya pun tidak setuju dengan hal itu. Tapi bagaimana jika kita melakukannya untuk melindungi diri dari bahaya? . Hal itulah yang dilakukan sebagian besar spesies binatang untuk melindungi diri mereka dari predator atau makhluk lain.
Misalnya saja, seperti yang dilakukan tonggeret, si serangga batang. Pada siang hari, serangga ini jarang bergerak dan nyaris tidak mungkin dibedakan dari latar belakang hutan tempat habitat mereka yang ditiru. Ini dilakukan agar tetap tak terlihat oleh berbagai predator bermata tajam yang menggunakan penglihatan untuk berburu.
Dan pada malam hari, tonggeret batang dan daun menanggalkan sikap tumbuhannya untuk mencari makan di dedaunan dan detritus di lantai hutan.Tipuan ini berhasil mengecoh indra para predatornya. Dengan kata lain, tiuan ini berfungsi sebagai kamuflase ynag memungkinkan pemakainya lolos dari deteksi predator, mangsa , atau seringkali bahkan keduanya.
Tujuan lainnya, si “penipu” ini ingin penampilannya diperhatikan ( pada waktu-waktu tertentu ). Contohnya pada bunga anggrek bangkai yang memekarkan bunga besar keunguan berbau yang terlihat dan beraroma seperti daging busuk untuk menarik perhatian lalat-lalat pemakan bangkai yang akan hinggap pada bunga-bunga tersebut. Serangga ynag hinggap akan terpapar serbuk sari dan mungkin dapat membantu anggrek tersenut berkembang biak.
Perilaku-perilaku semacam ini disebut Mimikri. Mimikri merupakan contoh evolusi lewt seleksi alam-perjuangan sang induk dalam mengembangbiakkan keragaman keturunan yang akan diseleksi habis oleh kebetulan-kebetulan alam yang kejam terhadap segala bentuk yang lemah. Namun, tidak semua mimikri sempurna. Ada mimikri tidak sempurna dimana suatu organism hanya setengah-setengah dalam menjiplak penampilan makhluk lain.
Dalam beberapa kasus, mimikri kasar tersebut mungkin menyiratkan garis keturunan yang baru mengadopsi pendekatan mimikri ketika evolusi baru mulai mengasah simulasinya. Dalam beberapa kasus yang lain, penyimpangan tersebut adalah hasil upaya sebuah spesies peniru untuk menarik diri dari bentuk penjiplakan yang tidak diinginkan.
Selain itu, mimikri juga dapat menjadi cara yang baik untuk bersolek, belajar atau menambah teman. Contohnya, dapat kita lihat pada beberapa lumba-lumba yang saling meniru lompatan-lompatan rekannya atau burung beo ynag jago menirukan suara ( membeo ).

Selasa, 04 Mei 2010

BERHARGANYA TIDUR ( -_- )

Tahukah kamu bahwa sejak lahir kita menghabiskan sepertiga usia kita untuk tidur. Dan meskipun telah diteliti selama puluhan tahun, kita masih belum tahu apa yang menyebabkannya. Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa tidur adalah hal yang biasa, namun ada beberapa orang yang berusaha keras bahkan berobat untuk dapat merasakan tidur yang nyenyak.
Penderita susah tidur biasanya disebut mengalami Insomnia, tapi tahukah anda bahwa ada ada penyakit yang lebih fatal-turunan dari insomnia. Penyakit ini disebut FFI (Fatal Familial Insomnia). Gejala utama penyakit ini sama dengan insomnia, yaitu tidak dapat tidur. Mula-mula si penderita tidak bisa tidur siang, kemudian tidur malam mulai berkurang, sampai akhirnya tidak dapat tidur sama sekali. Sindrom ini umumnya menyerang ketika penderita berusia 50-an ( biasanya berlangsung sekitar satu tahun). Dan yang lebih parah, FFI selalu berakhir kematian.
Penyakit ini diperparah dengan kenyataan bahwa begitu sedikitnya pengetahuan kita tentang cara kerjanya. Para peneliti memang menemukan bahwa protein cacat yang disebut prion menyerang thalamus ( sebuah struktur jauh didalam otak) penderita. Talamus yang rusak itulah yang mengganggu tidur. Namun sampai sekarang mereka belum tahu mengapa hal itu terjadi dan belum mengetahui cara untuk menghentikannya atau paling tidak meringankan gejalanya.
Sejauh ini diketahui penyakit langka ini telah diidap oleh 40 keluarga di seluruh dunia. Ketidaktahuan akan penyebab penyakit ini sedikit banyak Karen kita juga tidak tahu kenapa kita perlu tidur. Selama ini kita hanya merasa ada ynag kurang jika kita tidak tidur. Atau bahwa sekuat apapun kita berusaha bertahan, pada akhirnya kita akan mengantuk dan jatuh tertidur juga.
Adapula sebutan “Kushida” atau Insomnia Sejati, yaitu orang yang tidak bisa tidur atau tidak bisa tidur lama tanpa alasan yang jelas. Ketika bangun mereka tidak merasa telah beristirahat. Ketika berbaring, otak merka tetap berputar. Biasanya insomnia jenis ini diobati dengan dua tahap pendekatan, yaitu dengan pil tidur atau dengan terapi perilaku kognitif ( Cognitif Behavioral Therapy, CBT ).
Tidur terdiri atas periode “tidur gelombang-dalam” dan “tidur gerak-mata cepat” (Rapid Eye Movement, REM). Pada fase REM ini, otak seaktif seperti saat kita bangun, tetapi otot sadar dalam keadaan lumpuh.Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami tidur REM dapat meningkatkan kinerjanya dalam pengenalan pola, seperti tata bahasa. Dan tidur gelombang-dalam akan membuat kita lebih baik dalam menghafal.
Peneliti menemukan bahwa otak yang tidur terlihat mengulangi pola penembakan neuron yang berlangsung sebelum kita tidur. Seolah-olah pada saat tidur, otak memasukkan kejadian hari itu kedalam ingatan jangka panjang. Peneliti lain menjelaskan bahwa tidak tidur selama 24 jam atau hanya tidur lima jam setiap malam selama seminggu setara dengan memiliki tingkat alkohol darah sebesar 0,1 persen.
Karena itu, bersyukurlah kita yang bisa merasakan atau bahkan menikmati tidur yang nyenyak. Rebahkan badan kita dan jangan paksa untuk tetap terjaga jika alarm otak kita meminta untuk beristirahat. Jaga kesehatan kita untuk investasi masa ynag akan datang.

* Mochi isi Puding dan Gula-gula *

Bahan yang diperlukan :

• Kue Mochi yang sudah jadi 2 potong
• Garam secukupnya
• Tepung kanji secukupnya
• Puding (potong dadu kecil-kecil) 1 porsi
• Sirup karamel secukupnya

Cara membuat :

1. Potong-potong kue mocha dengan bentuk dadu dengan ukuran yang sama.

2. Masukkan potongan-potongan mocha tersebut ke dalam mangkok yang tahan panas dan tambahkan air seperempat cup. Kemudian panaskan dalam oven elektrik tanpa dilapisi kertas roti selama kurang lebih 2 menit 30 detik sampai 3 menit. ( cukup sampai denagn saat mocha yang telah lembut disisihkan dengan menggunakan sendok kayu dan didasar mangkok tergenang air).

3. Tambahkan garam kemudian remas-remas adonan sampai benar-benar tercampur rata.

4. Hamparkan tepung kanji pada tongkat pemukul dan pindahkan adonan (no.3). Permukaan adonan yang telah dilapisi tepung kanji dibentuk tipis memanjang dengan kedua tangan. Kemudian diamkan terlebih dahulu selama 2 menit, biarkan menjadi keras sehingga mudah dikerjakan.

5. Bagi adonan menjadi 4 bagian yang sama rata dengan menggunakan sendok. Taburi tangan dengan tepung kanji. Rentangkan dan bentuk adonan mocha menjadi bulat-bulat dengan ukuran masing-masing kurang lebih 10 cm.

6. Letakkan adona tersebut pada telapak tangan. Taruh seperempat bagian pudig (tanpa sirup karamel) tepat ditengah-tengah mocha, lalu bungkus sambil merentangkan mocha tersebut.

7. Mochi yang selesai dibungkus, ditutup dan disisihkan.

8. Tuangkan sirup karamel yang tadi disisihkan pada permukaan mocha. Dan Mochi isi Puding Gula-gula siap dihidangkan.

Minggu, 02 Mei 2010

Kebun Harry Potter

Tentunya kita sudah perneh dengar film berjudul Harry Potter. Film yang menceritakan tentang kehidupan penyihir bernama Harry di dunia sihir. Dalam film itu ada mata pelajaran Herbologi yang mempelajari tentang tanaman sihir. Namun siapa sangka tanaman yang dipelajari di sekolah sihir ini memang benar-benar ada di dunia nyata dan menfaat kuno maupun modern.

• Holly ( Ilex aquifolium)

Didalam film, Harry akan menguasai tongkat ajaib yang terbuat dari tanaman ini. Ternyata dahulu para tabib membuat sejenis teh, dan daunnya digunakan untuk memncing keringat dan memulihkan demam. Mereka juga percaya bahwa jus beri-nya dapat menyembuhkan sakit kuning.

• Yew

Tongkat sihir Voldemort, tokoh jahat di film ini dibuat dari pohon abadi ini. Sintesi dari suatu senyawa didalam kulit kayu dan daunnya digunakan untuk obat kanker dan obat Taxol yang diresepkan dokter untuk kanker panyudara, paru-paru dan indung telur.

• Sage

Tanaman yang dibakar para ‘Centaur’ dalam film ini untuk mempertajam indera, ternyata dapat digunakan untuk membunuh kuman.

• Nettles

Para penyihir menggunkan tanaman menyengat ini untuk menyembuhkan bisul. Sedangkan para dokter kita pernah meresepkan produk-produk Nettles ini untuk mengobati prostat.

• Willow

Daun dari tanaman yang digunakan untuk membuat tongkat sihir oleh ibu Harry ini ternyata pernah dibuat sebagai teh oleh orang jaman dulu untuk meredakan sakit.

• Mandrake

Tanaman untuk membalikkan kutukan batu dalam film ini merupakan alat bantu dalam proses pembuahan. Sekarang, obat tetes mata mengandung suatu tanaman turunan Mandrake.

• Wormwood

Suatu bahan dasar dalam membuat ramuan tidur dalam seri Harry Potter ini merupakan tanaman getir yang mengandung santonim. Santonim merupakan substansi yang mengusir cacing-cacing parasit pada badan.

• Aconite

Para pembuat ramuan dalam Harry Potter menggunkan tanaman ini untuk mencegah serigala menjadi gila. Nyatanya dokter-dokter kita dahulu pernah menumbuknya menjadi bubur, mengencerkannya dengan alcohol dan mengoleskannya untuk meredakan sakit.

Sejarah dan perkembangan Musik Indonesia

Musik Indonesia atau yang disebut musik Nusantara merupakan semua musik yang berkembang di Nusantara ini, yang mencerminkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam segi bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara sendiri terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop. Terdapat tahapan- tahapan dalam perkembangan musik Indonesia (nusantara), yaitu :

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, musik digunakan sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi-bunyian yang dihasilkan dari anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, berkembang musik- musik istana khususnya di daerah Jawa.Pada saat itu, musik tidak hanya digunakan sebagai bagian dari sebuah ritual saja, namun juga dalam kegiatan-kegiatan keistanaan sebagai sarana hiburan para tamu raja. Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.

Masa setelah masuknya pengaruh Islam

Musik pada masa ini diperkenalkan olah para pedagang Arab. Alat musik yang mereka pergunakan berupa gambus dan rebana. Dari proses itulah kemudian muncul orkes- orkes gambus di Indonesia hingga sekarang.

Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini juga memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka. Seperti biola, cello (selo), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu.Pada masa inilah Indonesia mengalami perkembangan musik modern. Pada masa ini para musisi Indonesia menciptakan sajian music berupa perpaduan musik barat dengan musik Indonesia. Sajian musik itu kemudian dikenal sebagai musik keroncong.

Masa Kini

Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.

Ragam Musik Indonesia

Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.

Musik Daerah/Tradisional

Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :

1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.

Musik Keroncong

Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.

Musik Dangdut

Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya.

Musik Perjuangan

Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.

Musik Populer (pop)

Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.

Sejarah Tari Balet


POINTE WORK









Ballet (baca : ba – le) atau menari dengan memakai pointe shoes berpita adalah sebuah seni tari istimewa yang ditarikan dengan cara khusus di atas panggung sehingga berbeda dengan tarian pada umumnya karena menggunakan langkah, gerakan, musik, kostum, tata rias, dan set panggung untuk bercerita dan membakar imajinasi penonton. Karya tari yang dikoreografi dan dinamakan balet ini meliputi : tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah pertunjukan atau opera. Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Untuk dapat menarikan jenis tari yang telah berumur lebih dari 400 tahun ini memerlukan latihan yang tidak ringan untuk mencapai kesempurnaan, namun hasilnya menyenangkan dan spektakuler untuk disaksikan. Semua ballet terdiri dari kombinasi tarian-tarian solo (menari sendiri), pase deux atau duet (menari berdua), dan tarian bersama (menari dengan jumlah penari yang banyak) yang para penarinya tergabung dalam corps de ballet.
Ballet ini berasal dari italia dan berkembang di prancis. Untuk dapat menari ballet, baik wanita maupun pria, membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama untuk mencapai kesempurnaan teknik, kekuatan fisik, serta musikalitas. Yang paling penting adalah diperlukannya disiplin yang tinggi dan mental yang kuat dari setiap penari ballet. Ballet spektakuler dan berbeda dari jenis tari lain karena para ballerina-nya memakai pointe shoes atau toe shoes sambil berjinjit saat menari. Tentu saja kemampuan ini harus ditunjang dengan bentuk kaki yang lurus serta teknik yang tinggi. Penari ballet pria atau yang disebut Ballet danseur tidak memakai sepatu jenis ini, sejak mula hingga sekarang mereka memakai soft shoes yang lebih fleksibel. Meski begitu, kekuatan kaki sangat dibutuhkan ketika menari agar mereka dapat melakukan gerakan-gerakan yang hebat . Karena dalam menari ballet, seorang ballet danseur harus menunjukkan maskulinitasnya.
Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balli yang kemudian menjadi ballet. Istilah ballet itu sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581) yang merupakan ballet comique (drama ballet).
Kiprah balet dimulai pada acara pertemuan para ningrat Italia di masa pencerahan. Kemudian balet dikembangkan dalam ballet de cour, yaitu dansa sosial yang dilakukan dengan musik, pidato, berpuisi, nyanyian, dekor, dan kostum oleh para ningrat Prancis.Lalu balet berkembang sebagai bentukan seni tersendiri di Prancis pada masa pemerintahan raja Louise XIV yang sangat mencintai seni tari dan bertekad memajukan kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan Académie Royale de Danse pada tahun 1661, dan pada tahun yang sama, balet komedi karya Jean-Baptist Lully ditampilkan. Bentuk balet awal berupa sebuah seni panggung di mana adegan-adegannya berupa tarian. Lully lalu mendalami balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet profesional yang berhubungan dengan Académie Royale de Musique. Di sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama ningrat.
Abad ke-18 balet menjadi bentukan seni drama yang serius dan setara dengan opera. Kemajuan ini disebabkan oleh karya penting dari Jean-Georges Noverre yang berjudul Lettres sur la danse et les ballets (1760), yang merintis berkembangnya ballet d'action di mana penari diharuskan mengekspresikan karakter dan menampilkan narasi cerita. Musik balet itu sendiri berkembang sangat pesat pada masa itu oleh komponis seperti Christopher Gluck.
Pada abad ke-19 banyak terjadi perubahan sosial termasuk dalam balet, yang bergeser jauh dari bentukan seni yang sangat ningrat (Balet romantik). Ballerina seperti Marie Taglioni dan Fanny Elssler merintis teknik baru berupa pointe work yang menyebabkan peran ballerina (penari balet wanita) menjadi sangat penting di atas panggung. Sementara itu, para librettist profesional mulai memasukkan cerita dalam balet, dan guru balet (seperti Carlo Blasis) memodifikasi teknik balet sehingga menjadi teknik dasar yang masih digunakan hingga sekarang. Balet mengalami penurunan pamor setelah 1850 terutama setelah Perang Dunia II. Kemudian sanggar balet banyak melakukan tur keliling dunia untuk menjaga agar balet tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat umum dan dunia.

Pointe work

Salah satu teknik dalam tarian balet adalah menari en pointe atau yang dikenal sebagai pointe work. Yaitu berjinjit hingga ujung jari kaki sambil melakukan gerakan-gerakan balet. Teknik ini dilakukan dengan sepatu khusus yang berujung keras, yang bernama point shoes. Teknik ini memerlukan kekuatan dan keahlian yang besar dari seorang penari balet, sekaligus merupakan tujuan utama bagi seorang penari balet wanita (balerina). Meskipun nampak sangat halus, sebenarnya teknik ini sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan cedera kaki. Karena itu, para penari mencoba berbagai cara untuk menghindari lecet atau patah kuku. Penari pemula biasanya menggunakan alas jari yang terbuat dari kain tebal atau wol. Sedangkan penari profesional biasanya menggunakan alas jari seminimal mungkin atau tidak sama sekali supaya mereka dapat bebas bergerak.
Penari balet masa kini mengenakan sepatu pointe dari satin dengan sol yang bisa ditekuk, dan ujung jari yang terbuat dari kanvas, serat hessian, kertas, dan lem. Karena sepatu ini sangat kaku saat masih baru, para penari melenturkan sepatu itu dengan berbagai macam cara: mulai dari menghantamkan sepatu itu ke atas beton, meremasnya dengan kusen pintu, atau memijat-mijatnya dengan tangan.
Sebelum mulai belajar pointe work, beberapa penari menggunakan sepatu demi-pointe (setengah pointe) atau yang disebut juga sepatu pre-pointe (soft block) adalah sepatu balet yang lembut (soft shoes) dengan sol yang lemas, namun penampilan luarnya sama dengan pointe shoe. Bagian ujung jari dirancang persis sama seperti sepatu pointe. Fungsi sepatu demi-pointe ini lebih untuk membiasakan penari dengan rasa-nya memakai sepatu pointe saja, sebelum sang penari mulai benar-benar menari en pointe.

Manfaat dari tari Balet

Belajar tari balet sebaiknya dimulai saat masih anak-anak atau saat dewasa dimulai dari dasar. Dari proses belajar ini anak diajarkan untuk disiplin yang akan berfungsi merangsang pola pikir dan sikap mental positif dari anak bahwa untuk mencapai suatu tujuan diperlukan usaha, proses, dan ketekunan. Seperti misalnya pada saat pemula mempelajari dasar-dasar les ballet termasuk cara berdiri yang benar membentuk poin, dan gerakan-gerakan dasar lainnya , terkadang seseorang kurang memperhatikan tahap ini. Akibatnya ketika ia belajar pada tingkat yang lebih tinggi, ia tidak dapat melakukannya dengan baik, dengan kata lain teknik yang dimilikinya lemah sehingga dapat mengakibatkan ketidak-leluasaan gerak bahkan dapat menyebabkan cedera. Untuk menunjang itu semua kita membutuhkan sekolah yang mampu memberikan kita pembelajaran yang baik dengan silabus yang terstruktur. Dari sinilah anak akan belajar untuk memilih media terbaik untuk mendukung cita-citanya.
Selain itu, balet dapat membentuk tubuh yang kuat dan proporsional karena seorang penari yang ingin dapat menari en pointe harus memiliki badan yang cukup kuat dan memerlukan dukungan seluruh badan, termasuk otot kaki dan otot perut jika tidak kaki, lutut dan sendinya dapat cedera. Menari en pointe.Menari en pointe hanya boleh dilakukan kalau si penari sudah berumur sebelas tahun. Kalau lebih muda dari itu, tulang kaki belum benar-benar terbentuk, dan kaki bisa-bisa menjadi cacat.