BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS �

Minggu, 02 Mei 2010

Sejarah Tari Balet


POINTE WORK









Ballet (baca : ba – le) atau menari dengan memakai pointe shoes berpita adalah sebuah seni tari istimewa yang ditarikan dengan cara khusus di atas panggung sehingga berbeda dengan tarian pada umumnya karena menggunakan langkah, gerakan, musik, kostum, tata rias, dan set panggung untuk bercerita dan membakar imajinasi penonton. Karya tari yang dikoreografi dan dinamakan balet ini meliputi : tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah pertunjukan atau opera. Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Untuk dapat menarikan jenis tari yang telah berumur lebih dari 400 tahun ini memerlukan latihan yang tidak ringan untuk mencapai kesempurnaan, namun hasilnya menyenangkan dan spektakuler untuk disaksikan. Semua ballet terdiri dari kombinasi tarian-tarian solo (menari sendiri), pase deux atau duet (menari berdua), dan tarian bersama (menari dengan jumlah penari yang banyak) yang para penarinya tergabung dalam corps de ballet.
Ballet ini berasal dari italia dan berkembang di prancis. Untuk dapat menari ballet, baik wanita maupun pria, membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama untuk mencapai kesempurnaan teknik, kekuatan fisik, serta musikalitas. Yang paling penting adalah diperlukannya disiplin yang tinggi dan mental yang kuat dari setiap penari ballet. Ballet spektakuler dan berbeda dari jenis tari lain karena para ballerina-nya memakai pointe shoes atau toe shoes sambil berjinjit saat menari. Tentu saja kemampuan ini harus ditunjang dengan bentuk kaki yang lurus serta teknik yang tinggi. Penari ballet pria atau yang disebut Ballet danseur tidak memakai sepatu jenis ini, sejak mula hingga sekarang mereka memakai soft shoes yang lebih fleksibel. Meski begitu, kekuatan kaki sangat dibutuhkan ketika menari agar mereka dapat melakukan gerakan-gerakan yang hebat . Karena dalam menari ballet, seorang ballet danseur harus menunjukkan maskulinitasnya.
Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balli yang kemudian menjadi ballet. Istilah ballet itu sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581) yang merupakan ballet comique (drama ballet).
Kiprah balet dimulai pada acara pertemuan para ningrat Italia di masa pencerahan. Kemudian balet dikembangkan dalam ballet de cour, yaitu dansa sosial yang dilakukan dengan musik, pidato, berpuisi, nyanyian, dekor, dan kostum oleh para ningrat Prancis.Lalu balet berkembang sebagai bentukan seni tersendiri di Prancis pada masa pemerintahan raja Louise XIV yang sangat mencintai seni tari dan bertekad memajukan kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan Académie Royale de Danse pada tahun 1661, dan pada tahun yang sama, balet komedi karya Jean-Baptist Lully ditampilkan. Bentuk balet awal berupa sebuah seni panggung di mana adegan-adegannya berupa tarian. Lully lalu mendalami balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet profesional yang berhubungan dengan Académie Royale de Musique. Di sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama ningrat.
Abad ke-18 balet menjadi bentukan seni drama yang serius dan setara dengan opera. Kemajuan ini disebabkan oleh karya penting dari Jean-Georges Noverre yang berjudul Lettres sur la danse et les ballets (1760), yang merintis berkembangnya ballet d'action di mana penari diharuskan mengekspresikan karakter dan menampilkan narasi cerita. Musik balet itu sendiri berkembang sangat pesat pada masa itu oleh komponis seperti Christopher Gluck.
Pada abad ke-19 banyak terjadi perubahan sosial termasuk dalam balet, yang bergeser jauh dari bentukan seni yang sangat ningrat (Balet romantik). Ballerina seperti Marie Taglioni dan Fanny Elssler merintis teknik baru berupa pointe work yang menyebabkan peran ballerina (penari balet wanita) menjadi sangat penting di atas panggung. Sementara itu, para librettist profesional mulai memasukkan cerita dalam balet, dan guru balet (seperti Carlo Blasis) memodifikasi teknik balet sehingga menjadi teknik dasar yang masih digunakan hingga sekarang. Balet mengalami penurunan pamor setelah 1850 terutama setelah Perang Dunia II. Kemudian sanggar balet banyak melakukan tur keliling dunia untuk menjaga agar balet tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat umum dan dunia.

Pointe work

Salah satu teknik dalam tarian balet adalah menari en pointe atau yang dikenal sebagai pointe work. Yaitu berjinjit hingga ujung jari kaki sambil melakukan gerakan-gerakan balet. Teknik ini dilakukan dengan sepatu khusus yang berujung keras, yang bernama point shoes. Teknik ini memerlukan kekuatan dan keahlian yang besar dari seorang penari balet, sekaligus merupakan tujuan utama bagi seorang penari balet wanita (balerina). Meskipun nampak sangat halus, sebenarnya teknik ini sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan cedera kaki. Karena itu, para penari mencoba berbagai cara untuk menghindari lecet atau patah kuku. Penari pemula biasanya menggunakan alas jari yang terbuat dari kain tebal atau wol. Sedangkan penari profesional biasanya menggunakan alas jari seminimal mungkin atau tidak sama sekali supaya mereka dapat bebas bergerak.
Penari balet masa kini mengenakan sepatu pointe dari satin dengan sol yang bisa ditekuk, dan ujung jari yang terbuat dari kanvas, serat hessian, kertas, dan lem. Karena sepatu ini sangat kaku saat masih baru, para penari melenturkan sepatu itu dengan berbagai macam cara: mulai dari menghantamkan sepatu itu ke atas beton, meremasnya dengan kusen pintu, atau memijat-mijatnya dengan tangan.
Sebelum mulai belajar pointe work, beberapa penari menggunakan sepatu demi-pointe (setengah pointe) atau yang disebut juga sepatu pre-pointe (soft block) adalah sepatu balet yang lembut (soft shoes) dengan sol yang lemas, namun penampilan luarnya sama dengan pointe shoe. Bagian ujung jari dirancang persis sama seperti sepatu pointe. Fungsi sepatu demi-pointe ini lebih untuk membiasakan penari dengan rasa-nya memakai sepatu pointe saja, sebelum sang penari mulai benar-benar menari en pointe.

Manfaat dari tari Balet

Belajar tari balet sebaiknya dimulai saat masih anak-anak atau saat dewasa dimulai dari dasar. Dari proses belajar ini anak diajarkan untuk disiplin yang akan berfungsi merangsang pola pikir dan sikap mental positif dari anak bahwa untuk mencapai suatu tujuan diperlukan usaha, proses, dan ketekunan. Seperti misalnya pada saat pemula mempelajari dasar-dasar les ballet termasuk cara berdiri yang benar membentuk poin, dan gerakan-gerakan dasar lainnya , terkadang seseorang kurang memperhatikan tahap ini. Akibatnya ketika ia belajar pada tingkat yang lebih tinggi, ia tidak dapat melakukannya dengan baik, dengan kata lain teknik yang dimilikinya lemah sehingga dapat mengakibatkan ketidak-leluasaan gerak bahkan dapat menyebabkan cedera. Untuk menunjang itu semua kita membutuhkan sekolah yang mampu memberikan kita pembelajaran yang baik dengan silabus yang terstruktur. Dari sinilah anak akan belajar untuk memilih media terbaik untuk mendukung cita-citanya.
Selain itu, balet dapat membentuk tubuh yang kuat dan proporsional karena seorang penari yang ingin dapat menari en pointe harus memiliki badan yang cukup kuat dan memerlukan dukungan seluruh badan, termasuk otot kaki dan otot perut jika tidak kaki, lutut dan sendinya dapat cedera. Menari en pointe.Menari en pointe hanya boleh dilakukan kalau si penari sudah berumur sebelas tahun. Kalau lebih muda dari itu, tulang kaki belum benar-benar terbentuk, dan kaki bisa-bisa menjadi cacat.

Senin, 19 April 2010

Opini Sungai Dibawah Laut


Opini Sungai Dibawah Laut
Belum lama ini kita banyak mendengar tentang adanya ‘Sungai dibawah laut’. Ada bermacam pendapat dan opini mengenai fenomena ini. Termasuk penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana terbentuknya sungai ini. Selama ini, kita tahu bahwa sungai terbentuk karena adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berasal dari ketinggian, misalnya dari puncak bukit atau gunung yang memiliki curah hujan tinggi. Kemudian terkumpul dibagian yg cekung ,lama kelamaan karena sudah terlalu penuh ,akhirnya air mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air,selanjutnya air akan mengalir di atas permukaan tanah ,sehingga menjadi alur-alur yg tercipta makin hari makin panjang,seiring dengan makin tingginya intensitas hujan. Alur itu akan berbelok atau bercabang, bila air yg mengalir di are itu terhalang oleh batu sebesar alur itu,atau batu yg banyak. Demikian juga dgn sungai di bawah permukaan tanah,terjadi dari air yg mengalir dari atas,kemudian menemukan bagian-bagian yang dapat di tembus hingga ke bawah permukaan tanah dan mengalir ke arah dataran rendah.
Aliran air di permukaan ini kemudian akan berkumpul mengalir ke tempat yang lebih rendah dan membentuk sungai yang kemudian mengalir ke laut. Pendapat lainpun tidak jauh berbeda, seperti contohnya pada tahun 1880-an seorang geologist Amerika, William Davis Morris, berpendapat bahwa sungai dan lembahnya ibarat organisme hidup. Menurut Davis, siklus kehidupan sungai dimulai ketika tanah baru muncul di atas permukaan laut. Hujan kemudian mengikisnya dan membuat parit, kemudian parit-parit itu bertemu sesamanya dan membentuk sungai.
Dari teori-teori tersebut secara ilmiah tidak mungkin ada sungai yang terbentuk dibawah laut. Gambar ‘sungai dibawah laut’ ini diambil oleh Anatoly Beloshchi saat menyelam di perairan Cenote Angelita, Mexico dari kedalaman 60 meter. Pada kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Namun, kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut ketika mulai melewati kedalaman 60 meter.
Beberapa meter dari lokasi itu ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu.Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang yang berwarna agak kecoklatan.Tapi ternyata warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu merupakan lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran. Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.
Terlepas dari misteri terbentuknya ‘sungai’ ini maupun penelitian yang dapat menjelaskan fenomena ini, banyak masyarakat yang berpendapat bahwa ini merupakan keajaiban Tuhan. Memang semua yang ada dan terjadi tidak terlepas dari kuasa Tuhan. Dan penelitian merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia atas ‘keajaiban’ yang dilihat. Karena menurut ilmu pengetahuan semua hal pasti ada unsur dan teori yang bisa menjelaskannya.
Seperti ‘sungai dibawah laut’ , menurut berita di vivanews mengatakan bahwa 'Sungai' Bawah Laut Mexico ini membahayakan biota laut tapi untungnya tidak membahayakan manusia. Apapun itu, mungkin ‘fenomena’ baru ini sedikit banyak membuat kita untuk berpikir bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari karena ilmu pengetahuan bukan sesuatu yang statis. Tapi sesuatu yang penuh kejutan, karena dia akan memunculkan yang baru diatas yang paling baru.

SIMPHONY HANYA UNTUKMU


“k’ Mely..” sapa beberapa anak saat melihatku,
“Hai..” sapaku kepada mereka. Aku berhenti sebentar melambaikan tangan. Mereka menghampiriku dan berkata “ Jangan lupa besok sore ya k”
“Oke..”ucapku sambil melambaikan tangan dan mengaruh sepedaku lagi.
Aku Mely, nama panggilan untuk nama Melody. Aku gadis 18 tahun yang senang dengan musik dan tari. Ayahku seorang polisi dan ibuku adalah pengajar tari. Aku juga memiliki seorang adik laki-laki yang berumur 2 tahun dibawahku Karena hobi menariku, aku jadi mengajar beberapa anak setiap hari sabtu sore. Meskipun aku suka modern dance, tapi aku mengajar tari daerah pada anak-anak di pendopo keraton kasunanan Solo.
Aku mahasiswi semester satu suatu universitas negeri disini. Senang rasanya punya keluarga utuh dan dikelilingi banyak teman. Seperti biasa sabtu sore ini aku mengajar tari di pendopo. Aku mengajar dari jam setengah 4 sampai jam setengah enam sore dan biasanya teman-temanku akan datang menjemput karene kami akan berjalan-jalan ke alun-alun. Setiap malam minggu alun-alun sangat ramai.
Suatu hari ketika aku mengajar tari, aku melihat ada seorang laki-laki yang memegang kamera sambil mondar-mandir didepan kami. Tadinya aku pikir dia turis yang datang berkunjung. Tapi dia terus ada disitu sampai kami . Aku jadi heran, kalau dia turis harusnya dia sudah pulang atau diminta pulang dari tadi oleh penjaga keraton karena jam berkunjung telah habis. Karena aku penasaran , aku menghampiri dan berkata padanya “ Sore mas, sebelumnya maaf tapi setahu saya jam berkunjung untuk turis sudah berakhir satu setengah jam yang lalu. Kok mas masih disini? “
Laki-laki itu langsung tersenyum dan melambaikan tangan “ O..kenalkan saya Darma . Saya mahasiswa dari Jakarta. Saya disini untuk menyelesaikan tugas akhir . Maaf ya kalau udah nggangu”
Setelah menjabat tangan dan mendengar jawabannya, aku tersenyum tapi dalam hati aku masih berpikir. Apa hubungannya tugas akhir dengan mondar-mandir dari tadi ?? .
“Em.m..ndak papa kok, tapi maaf kalau boleh tahu, apa hubungannya tugas akhir dengan mondar-mandir disini ?” . Dia sedikit tertawa dan berkata “maksud saya, saya itu mahasiswa kesenian dan tugas akhir saya mengenai budaya keraton. Makanya saya main ke sini”.
“O..kalau begitu selamat datang di Solo. Mas datang di tempat yang tepat”.Ucapku sambil tersenyum.
“Kamu orang sini kan? Selama disini aku tinggal dirumah pak Lurah. Aku perlu pemandu yang tahu tentang daerah ini”. Katanya.
“Hah? Maksudnya? “
“Aku tahu kamu disini karna Pak Lurah yang bilang, katanya kamu ngajar nari dan udah disini dari kecil jadi beliau bilang kamu bisa jadi pemandu yang baik.”.
“Waduh..em..kebetulan sekarang saya sudah ngak ada acara. Gimana kalau sekarang ke tempat Pak Lurah sekalian Tanya?” sahutku setengah kaget.
“Oke..ayo “ kelihatannya dia semangat sekali.
Sesampainya di tempat Pak Lurah, saya menanyakan yang laki-laki tadi katakan, dan beliau membenarkan jawaban dari laki-laki itu. Beliau meminta saya untuk membantunya selama dia disini karena ternyata dia keponakan Pak lurah sendiri. Setelah membicarakannya beberapa saat, saya bersedia membantu asal Pak Lurah juga meminta ijin dari orangtua saya.Setelah dari rumah Pak Lurah, kami bertiga menuju rumah saya. Disana mereka meminta ijin kepada orangtua saya dan ternyata orangtua saya memperbolehkan hanya pada saat waktu senggang atau hari sabtu sora agar kegiatan saya yang lain juga tidak terganggu.
“Makasih banyak y..oiya boleh minta nomor HP nya? em..biar nanti bisa gampang ngomongin soal waktunya “ ucap laki-laki itu saat berpamitan.
“O..oke” jawabku sambil mengeluarkan handphone. Kemudian kami saling bertukar nomor.
“Oiya..jangan panggil mas ya, panggil kakak aja”
“Oke kak Darma” ucapku sambil tersenyum.
Beberapa hari setelah itu kak Darma meneleponku dan memintaku untuk menunjukkan bagian-bagian lain dari keraton yang ingin dia tahu. Kami sepakat untuk bertemu hari Sabtu siang sebelum aku mengajar, didalam keraton kami berbincang-bincang tentang banyak hal. Dia juga banyak bertanya hal tentang keraton. Karena memang keraton serasa seperti rumahku sendiri aku tidak canggung menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Selama beberapa minggu kami telah mengunjungi beberapa tempat bahkan sampai pasar. Suatu hari kami pergi ke tempat yang biasa digunakan untuk pertunjukkan wayang ataupun kethoprak, disana dia mencoba memainkan gamelan, tapi karena memang tidak bisa jadi ketukannya asal-asalan, bahkan dia memukul gong seolah-oleh itu drum. Lucu sekali kelihatannya.
“Jangan cuma ketawa, ajarin dunk” katanya
Kemudian aku duduk di gamelan lain dan memainkan sedikit nada. Melihat itu ia memintaku untuk mengulang sambil mengajarinya.
“Kamu emang suka music gamelan ya??” tanyanya.
“Suka, tapi bukan berate aku jadul lho..” sahutku.
“Hahaha..iya.iya..Kalau aku cuma bisa memainkan drum, gitar dan piano”
“Piano?” tanyaku sambil terkejut.
“Iya, emang kenapa?”
“Dari dulu aku pengen banget bisa main piano, tapi belum kesampean. Soalnya aku ngak punya piano ,selain itu biaya les piano disini cukup lumanyan.”
“Mau aku ajarin?”
“ Pianonya? “
“Dirumah Pakdhe ada, jadi selesai ngajar nari kamu bisa belajar piano. Ya anggep aja ini buat ngebales rasa terimakasih ku karena kamu bersedia jadi pemanduku selama disini.Gimana?”
“Wuah..mau.mau..bener ya?? Aduh..makasih banyak kak. Tapi ngak ngrepotin kan?” tanyaku.
“Ya engga donk” jawabnya sambil tersenyum.
Senang sekali aku bisa belajar piano, gratis lagi. Kak Darma juga mengajariku dengan sabar. Kami jadi semakin akrab, apalagi aku boleh mengganggapnya seperti kakak sendiri. Apalagi ayah dan ibu juga sudah mengganggapnya seperti anak sendiri. Sampai suatu saat, kak Darma mengatakan kalau urusannya sudah selesai dan seminggu lagi dia akan pulang.
“Melody, makasih banyak ya atas bantuannya. Kakak terbantu sekali. Dan minggu depan kakak udah harus pulang.” Ucapnya sore itu saat kami di Sriwedari.
“O..udah mau pulang ya? “
“Iya, kakak kan disini udah enam bulan, Dan Tugas Akhir kakak juga harus segera diserahkan.”
“Em.m..kalau gitu makasih banyak juga ya kak, udah ngajarin Mely piano.”
“Sama-sama. Oiya, suatu saat kakak pengen liat dan ndengerin permainan piano kamu.”
“Oke, nanti kalau aku ngadain konser tunggal jangan lupa beli tiketnya ya..”
“Ahahahaha.. “ kemudian kami tertawa bersama.
Seminggu kemudian kami dan Pak Lurah sekeluarga mengantar kak Darma ke Bandara. Sebenarnya aku sedih karena kak Darma pergi dan belum tahu kapan kami bisa bertemu lagi. Saat akan berpisah, kak Darma memberiku brosur dan berkata “Ini brosur untuk acara seni antar kampus se-Indonesia. Acaranya 6 bulan lagi. Kakak sangat berharap kita bisa ketemu lagi di acara ini.”
“Caranya? “tanyaku.
“Setiap universitas pasti mengirimkan perwakillannya, Kakak harap bisa mendengarkan permainan piano kamu disini.”
Aku sempat kaget, tapi tidak lama aku segera menjawab “Ya, sampai ketemu disana ya kak.”

Enam bulan kemudian..
“Lagu ini saya mainkan untuk seseorang yang special bagi saya. Enam bulan yang lalu kami berjanji akan bertemu disini.” Suaraku memecah keheningan di panggung sore itu.
Selama duapuluh menit aku memainkan piano. Aku sudah mempersiapkan ini dari enam bulan yang lalu dan aku ingin ini jadi permainan piano pertamaku yang tak terlupakan. Setelah permainanku selesai, panggung hening selama lima detik dan kemudian terdengar keras tepuk tangan penonton. Lalu ada seorang laki-laki yang naik ke atas panggung sambil membawa rangkaian bunga. Ketika melihatnya sekilas seperti tidak asing.
“Selamat ya Mel, permainan pianomu luar biasa” ucapnya sambil memberikan bunga.
“Ya ampun,kak Darma..” aku setengah berteriak sambil menerima bunga darinya.
Ditengah panggung yang ramai itu dia memelukku sambil berkata “Kakak sayang kamu Mel”.



Rabu, 17 Maret 2010

APA YANG ANDA PIKIRKAN TENTANG KARIKATUR INI ??



Apa yang anda pikirkan pertama kali ketika melihat gambar diatas ??. Aneh? Lucu? Ya, tiap orang pasti punya pandangannya masing-masing terhadap suatu objek. Menurut pemikiran saya, karikatur diatas seolah menggambarkan situasi politik antara para petinggi negeri dengan rakyatnya. Untuk mendapatkan atau menduduki suatu jabatan, seseorang harus memiliki dukungan. Baik itu secara moril maupun materiil. Dan untuk mendapatkan dukungan moril, calon petinggi tersebut harus pandai-pandai menarik simpati dari masyarakat. Karena sebagian besar dukungan datang dari masyarakat.
Sebelum pemilihan dimulai, selalu ada masa dimana tiap-tiap partai dengan jagoannya berlomba-lomba mencari dukungan dari masyarakat. Salah satu bentuknya dengan teori dan janji masing-masing. Di masa itu rakyat seolah dibagi dalam beberapa barisan, dimana pada masing-masing barisan punya calon pemimpin yang ingin setiap pendukungnya percaya dengan apa yang ia katakan. Mereka seakan berlomba-lomba memberikan apa yang rakyat ingin dan butuhkan. Semua itu dilakukan agar masyarakat percaya bahwa merekalah yang terbaik.

Jumat, 12 Februari 2010

pilih yang mana ?

Pilih yang mana ?

Di era komputerisasi yang berkembang pesat saat ini banyak sekali pilihan atau alternative system operasi yang digunakan ,misalnya windows. Sistem Operasi ini termasuk yang memiliki banyak peminat karena fitur dan kemampuannya yang dianggap banyak membantu pengguna.

Ada beberapa macam windows yang kita kenal, diantaranya Windows XP, Windows Vista dan yang terbaru Windows 7. Dalam hal menyelesaikan tugas ketiganya sama-sama mampu mengerjakan banyak program sekaligus dengan performa yang lebih baik , mampu berkomunikasi dan berbagi dengan foto gratis, e-mail, dan program-program IM serta dapat menjelajah web dengan mudah dan lebih aman. Bahkan ketiganya dapat terhubung ke jaringan perusahaan dengan aman.

Yang cukup lama kita kenal salah satunya adalah Windows XP. Keunggulan windows ini antara lain stabilitas yang tinggi terhadap system yang dimilikinya, aplikasi yang dijalankan pada system Windows XP dapat dijalankan oleh komputer lain melalui internet, memiliki sistem keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi folder-folder khusus agar dapat digunakan oleh pemiliknya sendiri, banyak software kompatibel dan stabil berjalan di operating system ini karena instalasinya yang masih mudah dibandingkan instalasi di system operasi yang lain. Namun, pihak Microsoft sangat membatasi kenyamanan pemakaian terhadap sistem operasi Windows XP ini dimana setiap pengguna harus melakukan aktivasi pihak Microsoft pada periode-periode tertentu .Selain itu harga licensinya cukup mahal dan banyaknya virus yang sering menyerang Windows XP dapat menjadi pertimbangan para calon pengguna.

Jika pada Windows XP kita dapat menggunakan Remote Assistence untuk memonitor kerusakan komputer, pengalaman baru dalam menjelajah PC (Personal Computer) dengan rasa 3D (tiga dimensi) yang canggih dapat kita nikmati dalam Windows Vista. Dalam windows ini perbaikan dan penambahan fitur yang lebih canggih seperti Clear, Confident dan Connected. Kualitas tampilan yang prima dan mode pencarian file yang lebih mudah (live search) juga ditawarkan windows ini. Selain itu Build-in Support Option yang dimilikinya menberikan keleluasaan lebih kepada pengguna.Meski begitu kemunculannya belum dibarengi dengan diluncurkannya software yang secara eksklusif mendukung dan bersinergi dengan fitur – fitur Vista . Selain itu, fitur – fitur canggihnya bekerja optimal hanya pada lingkungan windows, terlalu banyak varian seri yang mungkin akan membingungkan calon pengguna dan terlalu banyak tampilan yang seharusnya tidak digunakan.

Seperti tidak cukup dengan semua itu, Microsoft kembali mengeluarkan Windows 7 sebagai alternative yang lain. Di acara Windows Hardware Engineering Conference (WinHEC), Microsoft menjelaskan bagaimana Windows 7 dirancang untuk menyelesaikan proses boot/shut down lebih cepat maupun mengkonsumsi lebih sedikit daya dibandingkan Vista walaupun keduanya OS sebenarnya memiliki pondasi yang sama. Konsumsi daya CPU, hard disk (HD) dan memori yang dibutuhkan system service lebih sedikit. Memiliki tampilan yang lebih bagus dari segi 3 dimensinya yang menonjol dan fitur keamanan yang benar-benar ketat.

Namun, beberapa aplikasi belum bisa beroperasi di Windows 7. Selain itu Ada hardware yang bisa langsung dikenali di Vista, tapi tidak di Windows 7 dan susah memaksa software yang sebelumnya bisa dipaksakan diinstall di Vista, juga dipasang di Windows 7. Namun karena yang muncul sekarang masih merupakan versi uji coba, sehingga masih terdapat banyak kekurangan. Tampilannya mendekati Windows Vista dan terlihat lebih hidup. Tetapi untuk secara keseluruhan memang belum bisa dinilai, karena versi finalnya belum keluar.

Masing-masing dari ketiganya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Apapun yang kita gunakan kembali tergantung dari kebutuhan masing-masing pengguna.

Dari berbagai sumber